Berkarya dengan Hati

Posted: January 22, 2012 in tentang diri

Akhir-akhir ini kantor saya lagi demen bikin acara. Diawali dari acara Launching SPN, lalu acara Penganugerahan Pegawai Terbaik, lanjut acara Family Gathering di akhir tahun 2011 dan yang terakhir ini, baru beberapa minggu yang lalu, diadakan acara syukuran karena target penerimaan (alhamdulillah) tercapai dengan lancar jaya.

Acara-acara yang sederhana sebenarnya, namun nampaknya cukup membuat kami semakin kompak, dan cukup membuat saya mendapat pencerahan untuk menulis kembali :D .

Jika ada satu hal yang boleh dan sebenarnya acap ingin saya protes di kantor saya ini, adalah kenapa setiap acara selalu dijadwalkan mendadak tanpa persiapan matang?  Read the rest of this entry »

EPISODE GEMBIRA

Posted: January 3, 2012 in larik kata

Jika benar hidup adalah panggung sandiwara,

Maka “waktu” akan menjadi gulungan pita magnetis penyimpan episode-episode kehidupan.

 

Hari ini, kita adalah bintang-bintang kehidupan yang tengah melakonkan episode gembira

Merekam potongan-potongan gambar berisi tawa dan tawa, tangis yang bahagia

 

Jika esok semua tak lagi sama,

setidaknya waktu telah menyimpan episode hari ini,

hingga kelak kita dapat memutarnya kembali.

mengenang bahwa kita pernah bahagia bersama,

dan semoga kita selalu dapat bersyukur karenanya.

 

 

– gathering akhir tahun 2011–

 

Cangkang kenangan

Posted: December 14, 2011 in sepenggal kisah

Suatu hari nanti, ketika aku tak dapat lagi menyebutmu sebagai rumah, barangkali itulah saat bagiku untuk menetas dan keluar dari cangkang kenangan. Cangkang tempat aku bertumbuh, meniti hitungan-hitungan masa menuju dewasa.  Cangkang yang pada dindingnya tergores jejak kisah sedih dan bahagia. Pada akhirnya, tak lebih hanyalah sebuah wadah, tempat kenangan teremami sempurna, untuk kemudian menetas berani menghadapi dunia.

 

Suatu hari nanti, ketika aku tak dapat lagi menyebutmu sebagai rumah, barangkali sudah saatnya bagiku untuk berkemas dan membiarkan waktu perlahan-lahan menghapus jejak-jejak sejarah.  Sebab ia tak lebih dari sebuah ruang yang meruntuh…bukan kenangan itu sendiri. Bahkan kenangan tidak pernah membutuhkan kata “pulang”. Sebab ia akan selalu turut dalam kisah pendewasaan diri.

 

 

BEKU

Posted: December 14, 2011 in larik kata

ketika biru memudar kelabu,

puisiku kelu,

membisu merindui rindu.

 

:

ketika sunyi tak lagi lantun tuturmu…

ketika malam tak lagi rupa rautmu…

 

seketika kosong, perlahan membeku.

 

 

Ketika hujan kembali datang

Posted: November 7, 2011 in larik kata

telah kutitipkan kelu pada waktu, agar ia terlupa dalam lalu

dan tiba-tiba saja hujan sudah kembali datang.

meriyap, mengalun ricik serupa hymne kehilangan…

persis seperti waktu itu,

ketika hujan bahkan tak sanggup meluruhkan air mata yang mendadak beku,

ingin sedu namun kelu…

ingin melepas sekaligus tak ingin ia hilang

Read the rest of this entry »