Between Me n Myself

Gamblehan Alaiyum Gambreng-na Seorang Sendja

flash back

meniti perjalanan dalam hujan , habis sudah waktu dilumat kalimat, menambal rongga-rongga kisah yang sekian lama terpisah jarak dan waktu…sebenarnya tak pernah ingin henti, namun waktu yang hanya seperjalanan tak mungkin muat untuk merangkum segala kisah yang terlewat…belum lagi setiap kenangan yang turut berjejal-jejal di ujung lidah minta diceritakan pula…akhirnya mengalir kisah masa lalu bertumpangan dengan masa kini dan masa kini bertindihan dengan apa yg terjadi nanti dan tadi…nanti, saat pertemuan kembali itu terjadi…tadi, saat pertemuan kembali telah lewat terjadi..

Undangan perhelatan adalah tiket kita untuk kembali bertemu…melewati penjaga tiket yang ayu-ayu juga ramah dalam menerima tamu… memasuki gedung perhelatan ibarat masuk ke dalam gedung bioskop yang tengah memutar film dengan berapa tokoh dan beberapa scene yang beralur  tak melulu maju..flash back..kekinian…esok hari…flash back..kini..flash back… Read more »

February 6, 2010 Posted by sendja | nggambus melayu | , | No Comments Yet

dunia oh dunia

tergelitik untuk mengomentari berita tentang fatwa haram  dari salah satu pondok pesantren di kediri, yg sedang banyak disebut2 oleh media..sebenarnya bukan komentar sih…lebih ke “mengungkapkan pertanyaan2 (khas orang berilmu agama cetek)” yang mendadak ada di benak saya ketika mendengar berita mengenai fatwa tersebut

rebonding bagi  wanita yang belum bersuami

kenapa harus rebonding..hmm,bukan..kenapa cuma rebonding? bagaimana dengan produk lain yang ditawarkan oleh salon2 kecantikan? (ga haram gitu?sentimen bener yak ama yang namanya rebonding)..terus kenapa cuma bagi wanita yang belum bersuami?  Read more »

January 19, 2010 Posted by sendja | nggambus melayu, nggedabhus sok2an | | 4 Comments

Tentang Sahabat

Begitu banyak kedatangan dan kepergian yang melintas dalam kehidupanku, membuat aku terbiasa mematikan rasa terhadap sebuah sentimelisme perpisahan.

Dulu, aku selalu merasakan kegamangan yang sangat ketika harus ditinggalkan atau meninggalkan…. Kekhawatiran dan ketakutan  yang selalu berkecamuk, memikirkan apa jadinya aku  tanpa mereka. Tapi lihatlah, setelah sekian  banyak kepergian yang kualami, nyatanya aku baik – baik saja. Jarak, bukanlah alasan yang tepat bagi kami untuk tidak lagi berbagi keletihan dan kegembiraan. Toh, teknologi masa kini sudah sangat-sangat canggih, hingga kami dapat saling berhubungan setiap saat setiap waktu. Namun sebenarnya bukan teknologi canggih yang membuat aku selalu merasa dekat dengan mereka, entah… aku tidak dapat mendefinisikannya… mungkin kenangan? Aku tidak terlalu yakin, aku hanya selalu merasa mereka “ada”..bahkan, meski mereka yang telah pergi dari dunia ini… mereka “ada”..  dan keberadaan mereka telah memberiku keberanian untuk menapaki jalan- jalan ini. Begitu banyak kepergian telah mengajarkanku bahwa sahabat adalah seorang kawan yang kepergiannya tidak membuat dia “hilang” dari kehidupanku.

Perpisahan, apakah itu sebuah kata yang tepat untuk mengungkap kepedihan akan kepergian seorang sahabat?

Bagiku , “syukur” –lah kata yang tepat untuk mengiringi kepergian seorang sahabat. Bersyukur bahwa dia pernah datang dalam kehidupanku… ucapan syukur, yang kadang

terlupakan saat dia masih berjalan,mengukir hari bersamaku..

Dan sahabat, ketika kau pergi…

Buanglah segala kegamangan itu

Karena aku tidak pernah ingin hilang darimu

Dan sahabat, jika kini aku yang harus pergi dari kebersamaan kita

Setitik kebahagiaan mungkin akan meredup

Namun, ia tak akan hilang selamanya..

Dan sahabat, ketika kelak kita bertemu kembali

Aku hanya ingin

dapat mengucap kata syukur yang sama…

January 15, 2010 Posted by sendja | repost ciblog | , | 4 Comments

kumerasa tlah kehilangan

Akhirnya…resmi sudah, gerombolan si merah kehilangan salah satu anggotanya..pria dengan senyuman yang konon menawan itu(ehem..ehem..cuit..cuit..prikitew). Semua berawal dari SK Mutasi di suatu jumat malam yang sebenarnya tidak terlalu horor, namun mendadak jadi mencekam (ya gara-gara kabar mutasi itu) dan ternyata eh ternyata pria dengan senyuman yang konon menawan itu…(haiya belibet ribet!!! bagaimana kalo selanjutnya kita sebut saja oknum kita ini sebagai Slamet?..sebuah nama yang pasti lebih simpel namun tidak elegan..) namanya disebut-sebut dalam daftar pegawai yang diangkat terus dilempar jd pemeriksa..dipindahtugaskan ke salah satu kantor di ibukota. dan… terdengarlah lolongan dan jeritan di kejauhan..menyeruak diantara gelap malam..disangkanya mak lampir, eh  bukan..rupanya  suara teman sebiliknya yang sedang histeris sebelum akhirnya lemas dan pingsan..

gimana sih rasanya ditinggal teman?..ya pasti sedihlah!! yang biasanya sehari-hari ada bersama kita, mulai dari berangkat satu mobil bareng, terus di kantor seruangan seru2an ngrumpi bareng, ngemil bareng, makan siang bareng, pulang juga bareng cuma ke toilet aja yg ngga bareng karena  susah nyamain waktunya..tau-tau aja ngga ada, ..kehilangan pasti! hampa.. pengen nangis tapi  jaim..jadinya nyesek!

Melepas seorang kawan pergi knapa terasa lebih berat dari pada melepas kerabat yang pergi merantau ke tanah orang?  apakah karena keyakinan bahwa sejauh apapun seorang kerabat melangkah tak akan mungkin terlepas sebab terkait erat oleh pertalian darah  , sedangkan seorang kawan tidak? meski sebenarnya ikatan hati sama kuatnya dengan ikatan darah.. ato karenanya justru terasa lebih menyakitkan, karena segala pusat perasaan letaknya ada di hati?

Pernah suatu kali seorang teman saya mengatakan bahwa kita ini tak ubahnya seperti dua orang pengembara yang bertemu dipadang gersang, sejenak bercerita membagi keletihan..namun setiap kisah pasti akan berujung pada usai, lantas tak ada lagi yang dapat dilakukan  selain  melanjutkan perjalanan masing-masing..seindah apapun cerita itu, senyaman apapun pertemuan itu..kita tetap harus berjalan..melanjutkan kisah perjalanan masing-masing..

Jadi bukankah pertemuan dan perpisahan itu hanya masalah waktu?waktu yang tak pernah dapat kita duga..  tak diharap, dia datang..tak diharap pun, dia pergi.. dan diantaranya ada ruang bernama kebersamaan..yang ketika ia tak lagi ada, maka disebutlah sebagai “kehilangan”..meski sejatinya tidak hilang, hanya berubah bentuk menjadi lampau bernama “kenangan”..dan bersamanya kita dewasa, menjadi seperti yang sekarang.

Jadi wahai kawanku Slamet…biar kau terhina dina teraniaya , biar pelantun ‘where are you going oke my darling’ nan misterius itu hanya berani bersabda padamu, dan biar seribu tante girang merayumu.. yakinlah kau tetap indonesiaku akan menjadi lebih bijak karenanya..dan semoga, kau menemukan kebersamaan yg jauh lebih indah jauh dr godaan syaithon bernama desah2 menghembus merayu manis manja group .. hingga tenanglah kau di alam sana, amin.

January 15, 2010 Posted by sendja | nggambus melayu | , | No Comments Yet