Between Me n Myself

Gamblehan Alaiyum Gambreng-na Seorang Sendja

Lelaki Pemburu Bencana

Lelaki itu selalu datang pada kala pertama selepas bencana. Pada tanah yang lesak oleh gempa, pada puing-puing yang lantak oleh air bah, atau pada tempat ibadah yang tak lagi tampak tertutup timbunan tanah.

Dia datang…hanya untuk diam…bukan untuk menangis seperti apa yang kami lakukan setiap melihat kemalangan…dia datang, hanya untuk memandang dalam binar-binar cahaya matanya. Menghirup habis aroma anyir dan bebauan busuk (yang bahkan kamipun tak tahan, untuk kemudian mengenakan cadar penutup hidung)…dalam dan nikmat, seperti menghirup candu asap tembakau.

Pernah suatu kali aku bertanya demi dahaga ingin tahuku…tentang maksud apa dalam setiap kehadirannya. Dan untuk itu, ia hanya berbisik lirih dalam nada kerinduan yang teramat sangat…. aku sedang memburu jejak Tuhan.

–diposting di Ciblog tanggal 1 Juni 2006, selepas nengokin korban gempa di yogya–

November 16, 2008 Posted by sendja | repost ciblog | | 2 Comments

Puisi buat Ibu

Betapa ingin kulukis wajahmu

dalam goresan2 yang terindah..

namun setiap guratmu adalah keharuan

yang tetes demi tetesnya mengaburkan pandangku

hingga hanya mampuku

lukis serumpun ilalang dan sealir sungai dalam keremangan senja

karena itu adalah kau ibu

ilalang yang selalu kembali tegak meski terempas dan terinjak

sungai yang menghanyutkan setiap kepedihan  pada muara ketenangan

senja yang membenamkan kegelisahan dan kepenatan dalam keteduhan


ingin selalu ku rangkai nada merdu untukmu

namun setiap ketulusanmu telah meredam dentingnya

hingga hanya mampu kumainkan

do re mi fa so la si do

karna itu adalah kau ibu

mata air sederhana dari beribu lagu indah yang terangkai dalam kehidupanku

ingin ku tulis segala yang bermakna

tentang rasaku yang teramat dalam padamu

namun aksara-aksaraku mengawang bimbang

tak pernah ada kata-kata yang cukup untuk melukiskanmu ibu

tak pernah ada….

karena kau adalah air mata dan cinta


*diposting di ciblog tgl. 17 Mei 2005, buat memperingati ultah nyokap*

November 16, 2008 Posted by sendja | repost ciblog | | 1 Comment

Mengangsurlah..pak!

Lagi kumpul bareng teman siang tadi, si uni_ipit nanya :

“kalo ada WP nanya, kenapa saya musti bayar angsuran tiap bulan? kan nanti akhir tahun juga saya bayar semuanya? saya jawab apa dong? “

nah ini… lumayan juga bisa dijadiin bahan postingan…(makasih ya pit!..moga postingan ini mencerahkanmu)..hihihi

ya emang itu…salah satu pertanyaan yang sering dipertanyakan WePe… kalo pajak penghasilan dihitung setahun sekali lewat SPT Tahunan, knapa tiap bulan masih harus setoran..kan tiap tahun juga sudah bayar?

biasanya saya akan menjawab seolah-olah pemerintah begitu memperhatikan kepentingan WePe…maaf, tapi hanya dengan seperti itu, WePe jadi mau mengerti dan peduli…hihihihi. Saya jelaskan bahwa SPT Tahunan itu gunanya untuk menghitung pajak penghasilan selama satu tahun yang telah dilewati, katakanlah penghasilan tahun 2007 baru akan dilaporkan paling lambat akhir Maret 2008 (ini masih mengacu pada UU KUP Lama lho). Nah, selanjutnya..diasumsikan oleh pemerintah, bahwa penghasilan wajib pajak untuk tahun 2008 setidaknya sama dengan penghasilan tahun 2007. Oleh karena itu, untuk meringankan wajib pajak pembayaran diangsur setiap bulan selama tahun berjalan dengan berdasar pajak terutang tahun sebelumnya dibagi 12 (ini kalo pake aturan standar ya)…supaya tidak memberatkan begitu. Kan konotasi nyicil itu meringankan , bapak!.  Dengan begini , seringnya WePe jadi mau mengerti dan percaya kalo sebenarnya peraturan itu semata-mata dibuat untuk meringankan mereka. hihihihi.

Tapi kalo ketemunya sama WePe yang sedikit kritis… pasti mereka akan jd bertanya, meringankan apa, wong dibayar dimuka?? dari pada buat nyicil pajek, bukannya lebih baik duitnya diputer dulu ??…nah kalo sudah begini, saya jadi mumet… hehehehe… mau dijawab “memang undang-undangnya seperti itu”.. pastinya masalah akan selesai tapi tidak memuaskan kedua belah pihak, WePe dan saya sendiri pasti akan tetap penasaran, alasan apa kok Undang-undang dibuat demikian? ga mungkin kan saya nanya langsung ke penyusun dan pembuat Undang-undang tersebut, lha wong saya juga ga kenal sama orang-orangnya. Mau tidak mau, saya jadi harus lebih rajin berpikir dan ngarang-ngarang sendiri..

Barangkali kira-kira demikian

Bahwa meskipun yang menjadi dasar perhitungan pajak adalah penghasilan satu tahun ( jadi secara riilnya mau tidak mau harus dihitung setelah akhir tahun) , namun dalam setiap bulannya WePe sebenarnya telah memperoleh penghasilan yang seharusnya sudah terhutang pajak. Seperti layaknya pajak untuk karyawan (PPh Pasal 21) yang otomatis diperhitungkan, dipotong dan disetor dalam setiap bulannya, barangkali juga seperti demikian harusnya untuk WePe Badan Usaha dan Orang Pribadi (Usahawan), dimana dia dapat penghasilan disitulah saat timbulnya pajak. Nah kalo pajak mereka harus dihitung untuk penghasilan setiap satu bulan sekali…walah, pasti akan sangat merepotkan sekali terutama untuk Badan Usaha. Maka, dibuatlah sebuah aturan yang kira-kira bisa diterima kedua belah pihak.. bagi Negara, pajak yang seharusnya sudah terutang itu masuk sebagai penerimaan negara (meski jumlahnya tidak pas banget dengan penghasilan yang sebenarnya diterima WePe) dan bagi WePe, aturan tersebut telah didesain supaya tidak merepotkan.  Jadi tidak benar kalo dibilang angsuran PPh Pasal 25 adalah pajak yang dibayar dimuka, lha wong sebenarnya tiap bulannya juga WePe sudah dapat penghasilan dan mestinya sudah terutang pajak (tapi, ya kalo ada laba sih).

Ya barangkali saja demikian…

Dan pula…Kalo WePe maunya bayar pajak kontan setahun sekali…bisa repot juga negara ini… walah..bisa-bisa saya juga digajinya setahun sekali…jadi , tolonglah pak..bu..dibayar saja angsurannya….hihihihi.

November 12, 2008 Posted by sendja | nggambleh kerjaan | | 5 Comments

Ngomong …gih.. Ngomong !!

Tanggal 3 November kemaren, kantor ngadain acara sosialisasi sunset policy. Dan saya… mak bedunduk tanpa didahului angin maupun hujan..kok ya ditunjuk sebagai pembicara. Otomatissss… keringat menetes sebanyak ee’ gajah.. eh.. konon gajah itu , dalam sehari bisa menghasilkan ee’ seberat 25 kg lho…kebayang kan, kondisi saya saat itu..ya mirip2 lah sama tikus yang abis nyemplung di got..basah kuyup.

Saya ini paling paling ga bisa kalo disuruh ngomong di depan forum, lha wong untuk sekedar mengungkapkan ide atau usul kalo lagi ada kumpul2 satu ruangan aja suka melempem… apalagi bicara di depan khalayak ramai. sepertinya saya ini penderita syndrome demam panggung akut kalo sudah ketemu urusan tampil di depan umum..hehehe. Pernah ada cerita … dulu waktu jamannya masih suka ngeband di kantor lama, terus tampil di depan pas acara perpisahan kepala kantor. Kami sudah menyiapkan 3 lagu, karena pemain gitarnya ada 3 orang (termasuk saya).. saya kebagian pegang lead untuk satu lagu. Saya sudah ancang-ancang untuk cari tempat persembunyian yang aman (dibalik MC misalnya) supaya saya bisa main dengan aman dan sentosa..kok ya ndilalahnya, ini karena kekurangajaran teman saya yang duluan milih duduk dibelakang… saya jd kebagian duduk tepat di depan para pemirsa yang budiman.. lagu pertama, lancar jaya..soalnya saya pegang rhytm.. lagu kedua…eng..ing..eng..inilah lagu dimana saya harus melakukan sebuah melody tunggal yang lumayan panjang dan bikin keriting jari-jari… nada pertama aman..kedua aman… keringat menetes deras… tangan mulai kaku untuk digerakkan… dan kuping jadi budeg ga bisa bedain sudah sampe dimana suara gitar saya..hahahaha… lagu kedua jadi gagal total, gara-gara saya demam panggung. Ya kira-kira seperti itulah kalo saya demam panggung.

Jadi ketika saya dinobatkan menjadi pembicara untuk sosialisasi sunpol ini, begitulah… saya merasa ini bakal jadi beban untuk akhir pekan saya, karena musti nyiapin segala macem bahan buat bikin slide yang aman untuk menyembunyikan kegugupan saya didepan nanti.  Sebenarnya separuh hati saya pengen nolak banget, tapi separuh hati saya yang nampaknya terhasut adrenalin berkhianat melonjak-lonjak antusias..hehehe.. sudah lama saya pengen sesuatu yang baru..

Bayangan saya..akhir pekan saya akan sangat tidak mengasyikkan, karena musti bikin persiapan bener-bener sebelum hari senin tanggal 3 itu tiba… nyatanya, saya malah sering ketiduran… udah gitu, saya malah terhasut ponakan buat maen basket di sebuah gamezone salah satu swalayan.. ato malah gantian sang mami ngajak jalan dari desa ke desa…ya begitulah… tapi entah kenapa, hati saya tenang-tenang aja..tentram-tentram saja. Padahal kalo sebelum-sebelumnya tiap saya diajak penyuluhan pasti saya jd susah tidur, merancang kata mutiara yang mo diomongin besok supaya ga malu-maluin.. si jantung pun seringnya jadi ikut sibuk kebat-kebit…nah ini malah suante banget.. ga ada perasaan gelisah gitu..apa sudah saking pasrahnya barangkali..hehehehe..

Dan hari H pun tiba… tiba-tiba aja saya sudah berada pd posisi duduk di sebelah kakap di depan 200-an WePe..hehehe.. kok ya perasaan saya masih tenang-tenang bergembira saja, meski belum tau musti ngomong apa..hihihihi… dan tibalah waktu saya musti berbicara.. AJAIB.. !!!! kok saya jadi bisa ngomong dengan lancar jaya gitu ya, padahal cuma berbekal slide yang dibikin pake acara kebut semalam itu..hihihihihi..saya jadi takjub..dan mulai mengagumi diri sendiri *kenarsisan tiada tara* …hihihihi..

Setelah acara saya masih bingung-bingung mikir..kok bisa ya?? hehehe..  kalo dikaji ulang sih, sebenarnya semua berawal dari perasaan saya..hati saya yang tenang-tenang aja , ga usah pake gelisah ternyata lebih bikin kita bisa nyaman tampil di depan umum lho.. terus kenapa tumben-tumbenan saya bisa setenang air comberan gitu ya?.. apa karena topik yang mau dibawain udah jd makanan sehari-hari saya?..jadi sudah hapal di luar kepala..terus yang diadepin juga  cuma WePe-WePe yang pengetahuannya juga ga seluas orang Kanwil yang menggugupkan itu (halah… trauma presentasi profil dibawa-bawa!!hihihihi).. yang jelas, hari itu saya sedang dalam kondisi kePeDean level tertinggi.

Jadi kawans… boleh deh di contek tip-tip dari saya, kalo mo presentasi ato jadi pembicara… persiapan yang harus di-pol-kan adalah KePeDe-an..(halah).. pede aja kalo kita emang sudah ngerti banget apa yang mo diomongin, pede aja kalo kita lebih ngerti ketimbang audience nya.. pede aja , kalo kita emang layak jadi pembicara… dijamin kalimat-kalimat indah akan mengalir dengan sendirinya dari mulut kita… hatssah!!

November 8, 2008 Posted by sendja | nggambleh kerjaan | | 6 Comments