Between Me n Myself

Gamblehan Alaiyum Gambreng-na Seorang Sendja

Selamat Jalan..Guruku.

Bulan November lalu.. saya menerima dua berita duka dalam selang waktu hanya beberapa hari..tentang kepergian dua orang guru SMA saya.. satu guru matematika, satu guru PMP..membuat hati saya trenyuh dan haru.

Guru-guru di SMA saya ..adalah guru-guru terbaik yang pernah saya kenal.. terbukti sudah 4 guru jebolan SMA saya,telah dipromosikan untuk menduduki jabatan kepala sekolah dari SMA-SMA Negeri di kota ini yang jumlahnya cukup dihitung dengan 5 jari saja. Konsekuensinya.. karena guru-guru terbaik dicabut untuk menjadi kepala sekolah, akhirnya peringkat SMA saya merosot tajam akhir2 ini. Wah.. jd kurang keren jg menyandang gelar lulusan SMA peringkat bawah..siyal!

Guru Matematika yang saya sebutkan di atas..adalah salah satu guru favorit saya, sekaligus guru yang pernah bikin saya sebal setengah mati. Sepertinya sepanjang hidup saya , saya tidak akan pernah melupakan pak guru ini.. guru yang bikin saya selalu semangat untuk menyenangi pelajaran matematika.. guru yang sudah mengusulkan  saya mendapat beasiswa..guru yang pernah menuduh saya curang padahal sama sekali saya tidak pernah berbuat curang seperti apa yang beliau sangkakan… dan yang ga akan pernah lupa.. dialah guru yang selalu membuat kami (saya dan gank) kalang kabut pindah tempat duduk disetiap pelajaran beliau. Jadi ceritanya jaman SMA saya punya gank..4 orang.. yang selalu duduk mojok dibelakang.. entah kenapa..pak Guru kita ini..mendadak uring2an.. dan mengultimatum, bahwa di setiap pelajaran beliau kami harus pisah tempat duduk…dan..sampe sekarang saya ngga ngerti apa penyebabnya…hahaha…*ndableg mode on*

Guru PMP saya.. beliau adalah guru senior.. tapi sebenarnya tidak ada kenangan ekstrim yang melekat di benak saya tentang guru ini..yang saya ingat, kesabarannya… sepanjang ingatan saya.. guru ini belum pernah marah selama setahun mengajar di kelas saya.

Tapi yang saya ingat benar dari ke dua guru saya itu (dan juga beberapa guru SMA saya lainnya),.. bahwa mereka begitu mencintai dan menghayati profesi mereka sebagai guru.. mengajar dengan harapan membuat muridnya menjadi paham. not only for the money… itulah yang membedakan mereka dari guru-guru yang lain..

Dan berita meninggalnya mereka..entah mengapa, membuat saya merasa teramat sangat kehilangan.. seperti layaknya mendengar berita kematian tokoh besar yang begitu saya kagumi.

December 9, 2008 - Posted by sendja | nggambus melayu | | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment