Merah Hijau Kuning Rekanku
Berkecimpung dalam dunia kerja, membuat saya mengenal berbagai macam perangai pegawai, kalo boleh saya kategorikan, barangkali akan menjadi beberapa macam ini :
1. Si Bossy
Si Bossy ini..biasanya selalu merasa dirinya paling…paling pinter, paling penting, paling bisa, dan segala macam paling lainnya…termasuk paling susah diperintah
. Dan karena dasarnya merasa diri paling..biasanya dia jadi suka main perintah, main suruh teman-temannya walaupun temannya punya jabatan satu level dengan dia. Dari situ bisa dilihat kan, si bossy pasti akan ogah sekali melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dianggapnya tidak berkelas. Kebiasaan lain, dia paling suka dianggap pinter sama bos besar, jadinya suka carmuk yang berlebihan dan terkadang suka mengorbankan teman-temannya demi dapat muka yang dicari-carinya itu.
Kalo menurut saya, seandainya orang itu punya perangai bossy..seharusnya dia juga gemar ngebossy alias selalu siap sedia jadi juru bayar ketika ada acara demi kebersamaan. Tapi anehnya beberapa kali saya ketemu teman yang punya perangai ini, kok ya hampir seluruhnya mempunyai sifat pelit, alias maunya dibayarin kalo giliran bayar cari2 alasan.
2. Si Pasif
Pegawai tipe ini, biasanya jarang ikut acara diskusi-diskusi antar pegawai (dibaca: nggambleh bersama alias nggosip ngalor ngidul). Ciri berikutnya, paling ga bisa ambil inisiatif untuk mengerjakan apa, jadinya ya gitu deh.. selalu mencontek apa yang sedang dikerjakan teman lainnya. Teman bikin ini ngikut…teman bikin itu, ngikut juga. Sering keliatan nganggurnya ketimbang kerja, karena si pasif ini hanya bekerja ketika ada tugas-tugas deadline.
3. Si Merasa Tahu
Ciri khas dari perangai ini adalah tidak mau kalah dan selalu merasa orang lain kalah pengetahuannya. Sering memotong pembicaraan orang lain. Paling tidak berkenan melihat keberhasilan orang lain, sehingga sering menduga-duga segala macam hal negatif tentang keberhasilan teman. Tidak bisa menerima pendapat orang lain, prinsipnya mending ngeyel ketimbang turun pamor. Suka pamer.
4. Si Oportunis
Sifat dasar dari si oportunis ini adalah mencari hal yang menguntungkan dirinya sendiri. Kebiasaan utamanya adalah sering minta bantuan teman lain dalam menyelesaikan pekerjaan, namun sebaliknya ketika dimintai bantuan dia akan selalu mengemukakan alasan sedang sibuk. Selain keuntungan, si oportunis biasanya juga senang mencari aman. Hingga tak jarang sering merekomendasikan nama teman lain sebagai pengganti dirinya, ketika si oportunis ditunjuk untuk melakukan sebuah perintah.
5. Si Pemain Belakang Layar
Tipe ini sebenarnya mempunyai keistimewaan, yaitu banyak ide. Hanya saja biasanya tidak berani mengungkapkan. Sehingga seringnya hanya berbisik-bisik dengan teman lain, dengan harapan teman itulah yang akan bersedia mengungkapkan idenya. Tak jarang, ide nya banyak dicuri orang. Si Pemain Belakang Layar, biasanya tidak nampak menonjol diantara rekan-rekan kerjanya.
6. Si Lempeng
Pegawai dengan tipe ini, biasaya tekun dalam melaksanakan pekerjaan. Baginya , segala tugas harus diselesaikan tepat waktu dan sesuai ketentuan. Paling taat pada peraturan (yang kadang-kadang malah bikin sebel kawan-kawannya karena paling sulit diajak bolos). Yang patut disayangkan dari perangai ini adalah miskin ide, karena ia hanya mengerjakan tugas sesuai job descriptionnya.
7. Si Ogah Ribet
Tipe yang satu ini, suka cari gampangnya dalam menyelesaikan pekerjaan. Sehingga kadang-kadang sering keluar jalur melanggar aturan.Prinsipnya yang penting pekerjaan selesai. Paling parah dalam urusan administrasi, sehingga boleh dipastikan laci kerjanya selalu dalam kondisi awut-awutan dan tidak sistematis. Suka lari dari tanggung jawab ketika ketauan melakukan kesalahan.
sebenernya masih banyak lagi.. tapi kok capek ngetiknya.. hehehe.
Remunerasi bikin polusi?
Seiring dengan remunerasi, mendadak banyak pegawai yang bawa mobil baru (baru disini bukan selalu berarti kondisinya baru, melainkan dalam konotasi baru dibeli)
Saya kira, hal tersebut tidak hanya terjadi di kantor saya saja.. karena yang menerima remunerasi seluruh pegawai DJP, dan juga pegawai Departemen Keuangan lainnya.
Kalau saja..dari sekian banyak pegawai yang menerima remunerasi di Indonesia ini memutuskan untuk membeli kendaraan,
Saya hanya berpikir… berapa banyak polusi udara yang mendadak disumbangkan oleh Pegawai-pegawai dari Instansi dan Departementercinta ini?
*sebenarnya saya sedang merasa bersalah, karena akhir-akhir ini sering berkendara tanpa tujuan*
Sunset Policy = kalo tidak sunset dilaporkan polisi
Suka heran karena akhir-akhir ini banyak WePe telpon atau datang nyari saya, meski setelah ditanya dari mana asal usul mereka..ternyata bukan masuk ke wilayah kekuasaan saya. Tadinya saya pikir.. telah terjadi kesalahan pencantuman nama AR dalam surat-surat bernafas sosialisasi itu, yang barangkali yang tercantum sebagian besar melulu AR-nya saya. Sebuah kemisteriusan yang menjengkelkan.. karena konsentrasi kerja saya jadi sedikit terganggu.
Tapi akhirnya misteri itu sedikit demi sedikit terkuak, dalam ketidak sengajaan..
Suatu ketika , ada WePe yang perangkat desa itu datang kepada saya.. tepatnya langsung mencari nama saya di pos satpam..setelah ngobrol ngalor ngidul.. pada akhirnya dia menunjukkan sebuah surat rekomendasi dari kecamatan, yang mana didalam surat itu menyebutkan agar si penerima surat menemui AR yang bernama XXX..dan XXX itu saya. Surat dari camat ditujukan kepada seluruh kepala desa dalam lingkungan kecamatan YYY. Pantessss…akhir2 ini saya mendadak tenar ditelpon..dicari-cari para aparat desa yang minta petunjuk (keluh)
Hari ini..satu misteri lagi terkuak… ketika masih sibuk ngurusin WePe saya yang pengen tanya jawab soal SKF, pak satpam bilang bahwa di luar sudah ada yang ngantri dari desa ZZZ ..saya bilang ..itu bukan wilayah saya..tapi pak satpam keukeuh, WePe nya bilang nyari mbak kok…hayah…
Selesai dengan WePe yang pertama (halah …kok kesannya jadi sedikit mesum ..hihihi)..masuklah sepasang suami istri..mau konsultasi soal sunset..saya bilang ke pasangan tersebut, bahwa kiranya mereka salah alamat mencari saya, saya bukan AR mereka..ketika saya katakan agar mereka bersedia menunggu sebentar untuk saya panggilkan AR yang sejati.. mereka bilang, cuma mo konsultasi sebentar kok Bu (aaah…saya harus mulai terbiasa bersabar dipanggil Ibu)..ayayayaya…ngobrol ngalor ngidul.. akhirnya saya bilang..lain kali kalo mau konsultasi langsung sama AR nya saja yaitu Mbak QQQ, tapi mereka bilang.. Kemaren kita ngobrol sama teman-teman sesama WePe, terus katanya kalo mau konsultasi soal sunset langsung ketemu Bu XXX saja…dan Bu XXX itu adalah saya!!! AAARRRRGGGHHHHH….!!!!! pantas saja …saya mendadak tenar.
Saya pikir ini pasti gara-gara , saya pernah menjadi pembicara untuk acara sosialisasi sunset kemaren dulu… nasib..nasib…
Tapi ada sedikit yang menggelikan yang diungkapkan pasangan yang ketemu saya tadi.. ketika saya jelaskan bahwa untuk pembetulan harta saja, tidak termasuk dalam kategori pembetulan sunset.. dan mereka bilang, ga papa bu..yang penting saya laporkan.. katanya kalo saya tidak ikut sunset, dan harta yang saya miliki tidak diungkap seluruhnya di SPT, saya bisa dilaporkan ke polisi …dan saya mendadak menderita komplikasi antara kepengen ngakak sambil merasa saya telah gagal menjadi seorang pembicara
Aaaah…lagi-lagi hanya pembetulan harta, kapan ya kurang bayarnya?
-
Recent
- Merah Hijau Kuning Rekanku
- Remunerasi bikin polusi?
- Sunset Policy = kalo tidak sunset dilaporkan polisi
- Horeee….File-nya nongol lagi
- Selamat Jalan..Guruku.
- sunpol vs skp
- sunpol vs sistem
- Kalo Kambing bisa ngomong….
- Tidak hanya AR yang bisa keren!
- Stop kirimi saya email “itu” !!!
- ketika balita anda mengenal internet…waspadalah..!!!!
- bikin hidup lebih hidup
-
Links
-
Archives
- December 2008 (12)
- November 2008 (4)
- October 2008 (18)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS