Tawa kita adalah gelak-gelak sekumpulan anak. Yang tengah gembira meniup gelembung-gelembung udara. Meski sepenuhnya kita mengerti , bahwa gelembung yang terbang, sesaat saja ia melayang, selanjutnya pecah dan hilang. Menyisa riang yang seketika lengang. Racau kita adalah kicau-kicau burung gereja. Yang hinggap sesaat untuk berbagi cerita. Celoteh tanpa makna, yang anehnya tak jua membuat kita [...]
Archive for the ‘sepenggal kisah’ Category
Aku memang tidak pernah mengerti, seperti apa rasanya sunyi menjadi pucuk daun di puncak pepohonan. Berteman desau-desau angin pembawa kabar, mendengar bisik-bisik suara samar. Hanya mendengar. Sebab tutur, entah mengapa selalu teredam menjadi tawar. Aku memang tidak pernah mengerti, seperti apa rasanya sepi menjadi awan yang menjelma hujan. Mencurah rindu pada tempat titik air berasal, [...]
Suatu hari nanti, ketika aku tak dapat lagi menyebutmu sebagai rumah, barangkali itulah saat bagiku untuk menetas dan keluar dari cangkang kenangan. Cangkang tempat aku bertumbuh, meniti hitungan-hitungan masa menuju dewasa. Â Cangkang yang pada dindingnya tergores jejak kisah sedih dan bahagia. Pada akhirnya, tak lebih hanyalah sebuah wadah, tempat kenangan teremami sempurna, untuk kemudian menetas [...]
Kau tahu ? Musim lebaran bagiku tak ubahnya makam, ketika kenangan begitu mudah tergali dari pendam. Tentang masa kecil kita, tentang lebaran hari itu. Tentang kembang api yang menyala terang, dan kita menari bersama perciknya yang indah terlihat dari sela pagar rumah seberang. Tentang baju baru yang tak jua selesai dijahit ibu, meski takbir telah [...]
“Karena digenggammu, semua akan baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja”. Seperti itulah keyakinanku memilihmu menjadi penjaga anak kunci dari satu-satunya pintu menuju ruang-ruang hatiku. Keyakinan yang seluruh, yang kupastikan tak akan pernah luruh. Hingga detik ini. Sebab seperti itulah adanya, semua masih baik-baik saja. Kau masih setia menggenggam anak kunci itu. Menutup pintuku rapat-rapat, [...]