Between Me n Myself

Gamblehan Alaiyum Gambreng-na Seorang Sendja

sunpol vs skp

masih tentang sunset policy…

kalo ga salah di PMK nya..disebutkan pembetulan sunpol dapat dilakukan sepanjang atas SPT Tahunan tahun pajak yang bersangkutan belum diterbitkan skp.

maka muncullah salah satu kasus yang membingungkan teman saya:

telah dilakukan pemeriksaan terhadap WePe dan telah diterbitkan skp untuk tahun pajak xxxx. sehubungan dengan adanya sunpol..WePe bermaksud melakukan pembetulan untuk tahun pajak xxxx tersebut, karena WePe merasa bahwa terdapat penghasilan yang belum diperhitungkan oleh pemeriksa. alias. pembetulan yang dilakukan WePe akan mengakibatkan jumlah kurang bayar yang lebih besar dari pada temuan pemeriksa.

yang menjadi masalah…terbentur oleh aturan PMK tsb diatas..maka pembetulan WePe akan tidak memenuhi syarat sebagai pembetulan sunpol yang otomatis akan tetap dikenakan sanksi. Sungguh sayang , dengan adanya benturan tersebut, maka WePe tidak jadi mengungkap jumlah kurang bayar yang sebenarnya, lantas melayang sudah potensi penerimaan negara.

December 9, 2008 Posted by sendja | nggambleh kerjaan | | 2 Comments

sunpol vs sistem

ini tentang pelaksanaan sunset policy..

kalo ga salah di PMK-nya… pembetulan sunset policy bisa dilakukan untuk SPT Kurang Bayar yang terkait dengan PPh Pasal 29, PPh Pasal 4 ayat (2) dan PPh Pasal 15

kesulitannya…  ternyata untuk mengentry di sistem kompie-nya, sepanjang pembetulan tidak menyebabkan jumlah kurang bayar PPh Pasal 29, maka akan dibaca sistem sebagai pembetulan biasa alias bukan sunpol.

masalahnya..ada beberapa WePe yang bermaksud untuk membetulkan PPh Pasal 4 ayat(2) yang kurang/memang belum dibayar… jd repot kan???!!!

December 9, 2008 Posted by sendja | nggambleh kerjaan | | No Comments Yet

Kalo Kambing bisa ngomong….

Ga terasa besok sudah hari raya kurban lagi..

kalo hari kurban itu..enaknya ya minggat jauh-jauh dari rumah.. pergi kemana gitu..keliling-keliling desa.. dari pada liat pembantaian hewan-hewan tak berdosa itu, ya mending minggat saja… eh..dalam kamus dunia hewan mengenal kata dosa ga ya?..hihihi…

paling ga tahan deh..liat segala macam bentuk penyembelihan..pembunuhan..penganiayaan yang berdarah-darah. bikin lemes.. liat ayam disembelih aja ga tahan, apalagi kambing ato sapi yang segede itu.. ga tega bener, tp tetep aja masih doyan beberapa macam bentuk daging2an.. tp catet,, kalo daging kambing tetep aja ga termasuk dan juga daging-daging yang diketahui sendiri gimana rencana penyembelihannya dibuat…ga deh, terima kasih..saya ga sanggup.

sekali waktu, saya pengen jadi vegetarian saja, abis kadang-kadang  saya suka merasa kejam dan keji kalo pas menu makan siangnya daging beberapa hari terus menerus (ya maklum saja, nyari warung makan yang menyediakan sayur mayur itu susah banget)… tp, kalo inget ayam bakar itu enak…sate itu enak..steak sapi itu enak..waduuuhh… ga mampu deh kayanya..hihihihi..padahal sebenernya, waktu kecil dulu..saya paling ga doyan sama yang namanya daging kecuali ikan.. tapi entah kenapa, semakin beranjak dewasa..semakin rakuslah diri ini..apalagi jaman-jaman kuliah dulu, masih kost..wah, itu jaman saya jd pemakan segala..yang tadinya ga doyan , jd doyan..keterusan sampe sekarang, jd doyan banget…makin tidak berperasaan..hehehe..

kalo hari korban gini…  sering di benak saya jadi terngiang-ngiang sebuah bayangan cerita ala fabel di majalah bobo…tentang dunia hewan, tepatnya dunia kambing dan sapi… yang mengenal musim..bahkan..kalender… yang mendadak panik menjelang hari kurban tiba .. (sepanik penduduk kampung timun emas ketika tiba saatnya dilakukan undian  siapa warga yang akan mendapat giliran untuk disantap sang raksaksa)…sungguh teror yang mengerikan…hehehe.. lha malah tadi di televisi, acara berita sore..dikabarkan bahwa ada seekor sapi lepas di jalan raya, dan sempat menyeruduk seorang warga yang sedang menunggu bus di halte… ditayangkan, gimana sapi itu ngamuk..waduh.. bayang-bayang saya kok jd makin jelas.. seekor sapi yang mendapat giliran dikurbankan.. ngamuk,marah, mencoba meloloskan diri, mempertahankan hidupnya…haduh..haduh…mendadak saya jatuh iba pada kambing-kambing yang diikat di kandang belakang mushola.

Kambing dan sapi bisa mikir ga sih? bisa merasakan ga sih? ..kalo ingat kisah Nabi Sulaeman yang bisa ngomong sama binatang… berarti, binatangpun berbahasa dong ya..bisa ngomong2 pada sesamanya.. kalo bisa ngobrol, berarti bisa mikir dong.. ngomong itu kan pake mikir to?..haduh..haduh… jadi penasaran…kambing-kambing itu lagi ngobrolin apa ya dini hari ini?

:( :( :(

December 7, 2008 Posted by sendja | nggambus melayu | | 1 Comment

Tidak hanya AR yang bisa keren!

Di kantor saya, Menjadi seorang Account Representative (AR)  sering dipandang keren. Bahkan ada beberapa teman yang bilang kalo para AR seperti mengekslusifkan diri. Bahkan ada beberapa teman yang menyesal kenapa tidak terpilih menduduki jabatan AR, dan ada yang bercita-cita dapat menjadi AR kelak.

Saya sendiri sebagai seorang AR.. tidak pernah merasa keren bahkan sempat bertanya-tanya..keren-nya itu dimana? apa karena tunjangannya yang lebih besar sekian ratus ribu (ga sampe juta) itu? atau karena jabatannya, yang memang jadi kelihatan most wanted dan tenar diantara WePe2 ? atau karena pekerjaannya, yang memaksa AR jadi kelihatan demikian sibuknya sehingga kelihatan penting?

mari kita urai satu persatu secara realitasnya..

Sebagai seorang AR.. saya memang mendapat tunjangan khusus dalam setiap bulannya… kalo boleh dihitung.. untuk grade yang sama, antara seorang AR dan seorang Pelaksana akan menimbulkan perbedaan penghasilan tidak sampe satu juta. lantas… mari kita bandingkan..ketika grade AR lebih kecil satu tingkat ketimbang pelaksana, maka perbedaan penghasilan akan semakin mengecil..  atau ketika grade AR masih di range bawah 9 ..dan grade pelaksana di range 9 ke atas..jangan lagi ditanya..pasti take home pay AR akan lebih sedikit sekali dibanding take home pay pelaksana ..realitas berikutnya…untuk penilaian grade AR,  dibuat penilaian khusus oleh kanwil (hanya kanwil daerah sini).. yang apa dasar  penilainnya pun kita tidak pernah tahu sesungguhnya, yang digembar gemborkan hanya masalah penggalian potensi penerimaan, yang mana tidak membedakan wilayah kerja maupun pembagian “roti pekerjaan” yang sesungguhnya tidak adil dan merata, sedangkan penilaian grade dipukul rata.. sedangkan untuk pegawai lain, penilaian hanya oleh atasan langsung.. yang seringnya berdasar asas belas kasihan rikuh pakewuh yang penting sesuai golongan dengan minimal ambil grade range tengah. realitas selanjutnya… meskipun telah modern, pemikiran pekerjaan teknis dan nonteknis, basah dan kering belum sepenuhnya hilang dari mindset sebagian orang..hingga.. berpengaruh pada pemberian fasilitas dinas..dimana, ketika seorang AR menanyakan hak-haknya untuk mendapat fasilitas dinas ketika berencana untuk benar-benar melakukan perjalanan dinas, maka akan dijawab acuh tak acuh oleh petugas yg bersangkutan, barangkali dipikirnya AR sudah mendapat tunjangan gede jadi tidak perlu lagi diberi sangu… sedangkan yang terjadi ketika pegawai lain (terutama yang diasumsikan sebagai bagian nonteknis) membuat surat tugas “entah kemana”, akan mendapat fasilitas yang seluas-luasnya plus sangu… maka, tunjangan AR pada akhirnya akan habis untuk membiayai segala macam tetek bengek pelaksanaan tugas negara.. seperti membayar telepon buat menghubungi WePe karena telepon sentral dan susah sekali buat telpon keluar, pergi ke warnet,bayarin makan siang  ketika dinas luar, bayar bensin ketika mau penyuluhan, de el el.,de el el. Maka sudah pasti…tunjangan tidak akan pernah mendukung penampilan AR hingga terlihat keren!!!

Menjadi AR memang pada akhirnya akan dicari-cari oleh WePe yang akan berkonsultasi…namun, hal tersebut akan membawa konsekuensi bahwa AR akan dicap sebagai si segala tahu.. jadinya.. sebagai seorang AR memang musti harus bener-bener belajar, menimba ilmu supaya ga malu-maluin di depan WePe. Memang akan terlihat keren, ketika AR benar-benar mumpuni dalam bidang pekerjaannya… tapi.. akan menjadi tidak keren, ketika pada akhirnya AR akan menjadi tempat tumpuan dan harapan dari pemecahan segala macam persoalan yang terjadi di kantor ini…hingga pada akhirnya AR tak lebih dari sebuah tong sampah dari persoalan dan permasalah yang tidak jelas SOP nya. Atau.. meskipun telah jelas SOP-nya , namun karena mindset yang terbentuk bahwa AR harus tahu segala.. bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan WePe harus melalui AR-nya..maka akan terjadi… ketika AR dipanggil ke ruang konsultasi untuk menemui WePe..ternyata sang WePe hanya akan meminta blangko SPT (yg jelas-jelas secara SOP blangko tidak disimpan oleh AR, dan pekerjaan cari-cari blangko ini tentu saja tidak diperhitungkan dalam penilaian)…ato lain waktu, WePe hanya bertanya tentang kode MAP (yang seharusnya bisa diberitahukan langsung oleh petugas depan tanpa harus membuat WePe menunggu2 kedatangan seorang AR)..ato lain waktu..AR harus mencari tau apa yang salah dengan sistem komputer yang ada di seksi tetangga yang menyebabkan kasus tidak mucul di komputer AR (yang sepele-sepele tp penting dan ngabisin waktu gini, mana dinilai juga oleh kanwil)…ato lain waktu AR selalu repot dilibatkan dalam segala macam urusan penyuluhan (yang jelas-jelas di SE-nya merupakan tugas dari Seksi tetangga dan jelas pekerjaan ini meski menghabiskan waktu seharian namun tetap tidak akan mempengaruhi penilaian grade oleh kanwil) hanya karena alasan petugas-petugas lain tidak mempunyai wawasan seluas AR. Ato lain waktu… AR harus menderita pegal linu berkepanjangan karena kebanyakan ngamplopi surat pemberitahuan/sosialisasi peraturan baru (yang mana ngabisin waktu namun pd akhirnya diakui begitu saja sebagai pekerjaan seksi lain dan tentu saja tidak diperhitungkan dalam penilaian grade)…  Maka sudah pasti…jabatan AR tidaklah sekeren apa yang dibayangkan..karena, jabatan AR sebenarnya beda-beda tipis dengan jabatan Cleaning Service.. yang tugasnya jadi pembantu umum seluruh bagian kantor..yang tugasnya rapi-rapi segala apa yang perlu dirapikan.

Dari segi pekerjaan… AR di kantor ini memang senyatanya sibuk berat..menangani urusan permohonan WePe, yang nampaknya hanya sepele.. tp akan menjadi rumit, ketika permohonan diterima tidak lengkap oleh seksi tetangga, menjadi lebih rumit lagi..ketika berkas permohonan WePe tidak segera dikirim dari seksi tetangga dan setelah ditanyakan ternyata hilang entah kemana… menjadi sangat rumit.. ketika, permohonan telah selesai dikerjakan, tapi tidak segera dicetak dan dikirim oleh seksi tetangga sehingga ujung-ujungnya AR yang kena semprot WePe. Tugas membuat profil WePe..yang sebenarnya akan terlihat sangat keren..maka akan menjadi tidak keren, ketika AR harus turun tangan manjat-manjat rak berkas hingga berkeringat, akibat permintaan berkas tidak segera dipenuhi oleh seksi tetangga..lantas kenyataannya berkas ditemukan tidak lengkap, lantas profil tidak terselesaikan dengan sempurna, hingga penampilannya sumbang nampak kosong disana sini dan tetep yang kena semprot kanwil adalah AR  (sedangkan bagi petugas berkas tetap tidak akan berpengaruh apapun pada gradenya….dimana letak keadilannya??) ..atau segala macam tugas pembuatan laporan, penggalian potensi, himbauan, piket sunpol, penyuluhan, konsultasi WePe..berkejar-kejaran dengan segala macam tuntutan penilaian dari kanwil..hingga membuat AR jadi tidak kelihatan keren dalam kondisinya yang awut2an tertekan luar biasa.

jadi teman… untuk menjadi keren atau tidak , bukan terletak pada jabatan menjadi AR atau bukan. Kita andaikan saja… seandainya setiap petugas yang ada di kantor ini, menguasai bidangnya ..bidang apalagi, kalo bukan soal pajak (kalo pegawai pajak bilang ga ngerti pajak..apa kata dunia???).. maka AR tidak akan lagi terlihat sebagai yang paling keren yang musti selalu dilibat2kan untuk segala macam persoalan .. seandainya semua petugas bekerja dengan benar dan tertib…maka AR tidak akan lagi terlihat keren sebagai yang paling sibuk dan yang paling penting..karena sejatinya, semua bagian..semua petugas seharusnya sama pentingnya bagi kelangsungan kantor ini.

December 7, 2008 Posted by sendja | nggambleh kerjaan | | 7 Comments

Stop kirimi saya email “itu” !!!

Sudah kesekian kalinya dapat email tentang ulasan kematian pelaku bom Bali… yang isinya foto-foto yang konon ekslusif diambil setelah kematian mereka, plus dibumbui cerita tentang tanda-tanda kesahidan seorang suhada yang nampak pd kisah pasca kematian mereka ..

lama-lama bikin mpet juga.. sebenarnya, saya selama ga terlalu peduli sama masalah-masalah seperti itu.. mau dibilang mati sahid, mo dibilang pasti masuk neraka …sebodo amat, sodara bukan.. teman juga bukan…males ikut-ikutan mikirinnya..kaya ga ada hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan … bagi saya, kematian mereka adalah sebuah proses penegakan hukum di negara ini..ketika secara hukum negara mereka dinyatakan bersalah.. sebagai warga negara yang melanggar hukum sudah selayaknya mereka menanggung hukuman sesuai dengan peraturan. itu saja.

tapi karena email itu datangnya bertubi-tubi.. email yang itu-itu juga…diforward..direply.. ditambah komentar ini..komentar itu..pro kontra…terus dan menerus..lama-lama jadi muak!!!! malah jd kepikiran..sialan!!

for me…mo sahid mo ngga…mo bener mo salah.. itu semua urusan Tuhan !!! untuk apa kita menduga-duga..lantas berpolemik..adu mulut..adu urat…balas membalas sampai melupakan tugas..serahkan saja semua pada Yang Kuasa. titik. apalagi yang jd dasar perdebatan pada urusan pembelaan untuk agama..pembelaan untuk Tuhan.. bagi saya..bukankah itu menjadi suatu hal yang lucu.. membela kok Tuhan. apakah Tuhan di jaman sekarang sudah sedemikian lemahnya hingga perlu dibela-bela oleh manusia yang notabene diciptakan oleh Tuhan itu sendiri ? (halah.. knapa malah jd ingat kisah frankenstein). bukankah Tuhan itu Maha?

aaah… saya malah jd tambah mumet mikirin ke-Maha-an Tuhan ini… kalo Tuhan memang Maha Segalanya.. kalo roh manusia ditiupkan oleh Tuhan sehingga konon katanya membawa sedikit pencerminan sifat Tuhan..ingat hanya sedikit, jd yang sempurna tetap milikNya (yg sedikit membela yang sempurna???..opo tumon?)…kalo salah satu sifat Tuhan adalah Berkehendak… apakah menjadi kehendak Tuhan juga..ketika manusia dapat menjadi sangat baik..dan dapat menjadi begitu jahat.. ketika manusia disebut sebagai kafir oleh manusia lain.. ketika manusia membunuh manusia lain dengan alasan membela Tuhan..ketika para pembela itu akhirnya menemui ajal pada hukum yang dibuat oleh manusia…ketika semesta dibiarkan berjalan dalam dualisme.. antara kebaikan dan keburukan..dan  nyatanya sampai sejauh ini Tuhan membiarkan itu terjadi…membiarkan semesta berputar seperti adanya..seperti yang dikehendakNya?

pun ketika seorang manusia disebut kafir dan sesat..karena tidak “mampu” mengakui dan menyembah Tuhan sebagaimana cara yang (konon) dikehendakiNya .. saya jadi bertanya-tanya… apakah Tuhan juga Maha Pendendam?? lantas kemana larinya Sang Maha Peampun dan Penyayang??? apakah Tuhan juga berhak menyandang gelar Sang Maha Kontradiksi???!!!

ah…email-email sontoloyo itu… pada akhirnya membuat saya jd mumet berhari-hari…

December 7, 2008 Posted by sendja | nggambus melayu | | No Comments Yet