Tersesat Kunang-kunang

Posted: December 1, 2019 in larik kata
Tags:

Suatu waktu, pernah kutemukan kunang-kunang dalam tatapmu.

Kerlip cahaya yang menarikku jauh ke dalam belantara matamu.

Seperti ngengat yang selalu tertarik pada terang, aku terpikat.

 

Aku sangka itu isyarat,

seperti suar yang memandu perahu agar mendekat,

lalu merapat.

 

Namun kau kunang…

Dalam diam kubaca isyaratmu yang remang,

cahaya yang kerlip sesaat, lalu menghilang.

berkerlip sesaat…lalu menghilang.

 

Hilang… tak lagi menyisakan terang.

 

Dalam belantara matamu aku tersesat,

namun tak ingin kucari jalan kembali pulang.

aku masih ingin disini, menunggu….

menyesapi sisa rasa bahagia yang meski semakin terasa ngilu.

 

— 02 Februari 2018 —

Menjadi Telepon Genggammu

Posted: November 30, 2019 in larik kata
Tags:

Seharian ini diam-diam aku mencarimu, dari sudut mataku

Kutemui kau selalu, sedang sibuk dengan telepon genggammu.

Seharian ini kembali aku, menjelma menjadi manusia yang paling konyol sedunia

Cemburu buta,

Pada telepon ngenggammu.

 

Sering di malam sebelum tidurku,

Aku membayangkan seperti apa rasanya menjadi telepon itu.

Berada di sampingmu, menemani lelap tidur malammu.

Menjadi yang pertama kau cari pada pagi hari bangun tidurmu.

 

Yang kemana kau pergi, aku turut

Yang menggelisahimu di selang waktu yang sedemikian runtut.

 

Aku ingin menjadi teleponmu…

Yang sekali waktu hangat di genggammu.

Yang sekali waktu berada lekat di saku bajumu,

dekat dengan jantungmu.

Hingga aku dapat memahami,

sesuatu apa yang membuat degupnya mengirama puisi.

 

 

— 31 Januari 2018 —

Rindu Ibu

Posted: November 29, 2019 in larik kata
Tags: ,

Aku membayangkan Senin pagi, kala-kala itu

Saat kau membangunkan aku dengan suara lembutmu

Dan segelas susu,

yang kusesap hangat, sebelum kutuang air mandi yang telah kau jerang

ketika jarum jam menunjukkan waktu yang masih sedemikian remang.

 

Meski berapa kali kukatakan,

istirahatlah… biar kulakukan sendiri.

Kau bergeming, menungguiku bersiap, dan mengantar kepergianku beberapa saat setelah adzan Subuh selesai berkumandang.

Hingga aku berangkat dalam perasaan yang tenang,

meski sepekan jauh darimu.

 

Tak ada yang pernah mengira,

Senin pagiku akan menjadi sedemikian gigil dan sepi.

Meski alarm telepon genggam meraung menyadarkan mimpi.

Meski hangat pipi keriputmu tak henti kuciumi.

 

Tak ada yang pernah mengira,

Pekan demi pekan hariku tak lagi biasa.

Dilumat gelisah, ingin segera kembali ke rumah.

Menemanimu, tak hendak kemana-mana

hanya menatap matamu yang surga.

 

 

— 30 Januari 2018–

Copas Birthday whises

Posted: February 15, 2016 in selintas pikir

Ini tentang ucapan selamat tahun pada teman …, yang acap bikin saya jenuh dan sedikit mual saat melihatnya karena berderet deret memenuhi wall grup aplikasi pesan instan dan semua isinya sama alias copy paste dari pesan yang paling mula.
Terus terang jiwa keartisan saya terusik…halah.. dari sekian banyak manusia yang tergabung dalam grup kok ya ngga ada yg sedikit kreatip bikin ucapan yg agak agak idih bagaimana begitu. Ini sebenarnya ga kreatip apa males?
Entah..bagi saya kok ucapan copas2 itu seperti kurang dalam hal ketulusannya. Kaya cuma biar keliatan peduli, yg penting ucapin selamat. Barangkali kalo ditanya atau disuruh ngulangin kalimat yg dicopas buat ucapan itu seperti apa? sudah ga ingat lagi 😀
Entah , saya tidak dapat menduga apa yang dirasa oleh teman yang menerima ucapan selamat berderet2 yang isinya sama semua itu. Kalau saya pribadi…bosan, walau sedikit senang karena ada yg peduli. Namun rasanya saya akan lebih2 bahagia, jika teman yg peduli dengan saya- meskipun seandainya hanya sedikit, namun mendoakan saya dengan tulus dari hati.
Tak perlu dengan rangkaian kata-kata yang indah..karena saya yakin tak semua orang pandai merangkai kata-kata. Kalimat sederhanapun akan menyentuh hati jika datangnya dari hati.
Bahkan mungkin tak perlu dengan ucapan untuk mengungkapkan bahwa kita menyayangi, cukup dengan doa dalam hati yang hanya didengar Tuhan, tanpa harus dia mengerti bahwa kita peduli.

So happy birthday my dear friends..
I pray for your happines
As you give to everyone who knows you

It’s been almost a year,
sometimes i can’t believe that i still survived without going crazy
Cause everyday i’m missing you …more and more

Hujan ini, sendiri

Posted: October 27, 2014 in larik kata

Hujan di luar sana, dibalik kaca jendela
Menguar aroma tanah basah,
Sesaat hilang bau pengap alas lantai yang tak pernah dicuci,
Meski kemaren kemarau tak sudah sudah.
Sesaat itu pula rintik menjelma rintih,
Sedih yang begitu puitis
Lalu kata, seketika ingin mengalun sajak
Namun rindu yang bangsat, membuatnya tergugu di ujung kalimat…

Hujan kali ini,
Rasanya sedemikian sendiri.

Solo, 27 okt 2014

Kadang kita merasa hidup yang kita jalani tak seperti apa yang kita angankan
Teman yang pengertian, keluarga yang peduli, kekasih yang sangat dicintai, karir yang melesat seperti roket
Atau hal apapun yang menjadi keinginan kita, yang nampaknya jauh dari genggaman.

Kadang kita mencari apa yang salah pada sebuah sebab, yang berakibat pada tidak tercapainya keinginan kita.
Kondisi dan waktu yang tidak bersahabat, atau takdir yang telah menyuratkan demikian.
Pada akhirnya tidak menemukan jawaban, lantas berujung pada sebuah candu meratapi diri sendiri.

Karena meski dari berbagai sudut kita memandang, tetap saja berpusat pada penderitaan diri sendiri.
Penderitaan yang entah, bahkan kitapun tak pernah tahu dari mana datangnya.
Hanya saja semua tampak muram karenanya.

Ketika manusia lain memiliki apa yang tidak kita miliki, lantas apakah hidup ini tak lagi indah?
Pernahkah kita bertanya, apakah manusia lain mencari apa yang kini mereka miliki?
Kadang, mereka pun tak menginginkan apa yang mereka miliki.
Maka menjadi sebuah kewajaran dalam hidup ini,
Jika kita mencari apa yang tidak kita dapat, dan mendapati apa yang tidak kita cari.

Karena kita selalu bertanya dimana letak kesalahan, tanpa menyadari bahwa terkadang carikan-carikan hidup adalah sebuah keadaan yang terberi. Read the rest of this entry »